Mari kita bedah analisis mendalam mengenai peristiwa ini dan apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh Amerika Serikat untuk pulau Siprus.
Gempa Politik di Siprus Utara
Pada pemilihan presiden yang baru saja berlangsung, calon oposisi Tufan Erhurman berhasil meraih kemenangan telak di putaran pertama dengan perolehan suara lebih dari 62%
Apa yang menarik dari hasil ini? Erhurman dikenal dengan kampanyenya yang menyerukan penyatuan kembali pulau Siprus dengan Siprus Yunani
Kemenangan ini bukan kebetulan semata. Faktor internal seperti dominasi sekularisme yang makin kuat dan ketimpangan ekonomi antara utara dan selatan (Siprus Yunani yang sudah masuk Uni Eropa) memang berpengaruh
Skenario Amerika: Mengapa AS Ingin Penyatuan Siprus?
Analisis mendalam menunjukkan bahwa Amerika Serikat berada di belakang layar dalam mendorong "saling mendekat" antara kedua belah pihak di Siprus
1. Bendungan Melawan Rusia
Perang Rusia-Ukraina mengubah kalkulasi militer AS. AS memandang Siprus sebagai "kapal induk" permanen yang strategis di kawasan Mediterania7. Kehadiran militer di Siprus dianggap lebih stabil dibandingkan di dunia Arab yang bergejolak8. AS ingin memastikan pulau ini bersatu agar bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membendung pengaruh Rusia di Laut Hitam dan sekitarnya9.
2. Harta Karun Gas Alam
Penemuan cadangan gas alam raksasa di Mediterania Timur membuat perusahaan energi Amerika "meneteskan air liur"10. Konflik berkepanjangan di Siprus menghambat eksploitasi dan jalur pipa gas. AS membutuhkan stabilitas politik di sana untuk mengamankan dominasi energi dan mengikat Eropa agar lepas dari ketergantungan gas Rusia11.
3. Menggeser Inggris
Pasca Brexit, posisi Inggris dinilai melemah. Muncul wacana di kalangan politisi AS untuk mengambil alih pengaruh Inggris di Siprus, termasuk menguasai dua pangkalan militer Inggris (Akrotiri dan Dhekelia) yang mencakup 3% wilayah pulau tersebut12.
Sikap Turki: Mengapa Erdogan Melunak?
Banyak yang bertanya, mengapa Turki yang biasanya keras kini tampak merestui? Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bahkan langsung mengucapkan selamat kepada Erhurman dan membanggakan kematangan demokrasi di sana
Tampaknya, Turki di bawah Erdogan telah menyelaraskan diri dengan orbit politik Amerika
Masa Depan Siprus: Federalisme ala Amerika?
Jika skenario ini berjalan mulus, kita akan melihat percepatan negosiasi menuju penyatuan pulau dengan sistem Federal Bi-Zona dan Bi-Komunal
Hasil akhirnya? Porsi kekuasaan politik kaum Muslim Siprus Turki akan mengecil
Pandangan Ideologis: Siprus Adalah Tanah Islam
Di luar analisis geopolitik, penting untuk melihat sejarah dan identitas asli kawasan ini. Siprus sejatinya adalah pulau Islami yang ditaklukkan pada masa Khalifah Utsman bin Affan r.a. pada tahun 28 Hijriah
Oleh karena itu, menyerahkan Siprus pada skenario asing—baik itu solusi dua negara maupun federasi di bawah dominasi Barat (Romawi)—dianggap sebagai langkah yang keliru
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman” (TQS an-Nisa’ [4]: 141)
25 .
.jpeg)
Komentar